• Posted by : Rizal Fauzi Selasa, 05 Februari 2013


               Kudus, Kota yang tak lepas dari adanya salah satu wali songo yang menyebarkan agama islam , yakni Syekh Ja'far Shodiq, atau lebih dikenal sebagai Sunan Kudus. Kudus memang terkenal dengan bangunan Menara Kudus yang dibangun oleh Sunan Kudus. Jika seseorang mendengar kata kudus, mungkin yang ada dipikirannya tentang kuliner khas nya adalah Jenang. Mari kita langsung ke pembahasannya.


    Apa itu Jenang ?


           
        Jenang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, berasal dari Bahasa Jawa yang artinya sejenis panganan yang dibuat dari adonan yang terbuat dari tepung beras, santan, dan gula jawa.







    Sejarah Jenang ?


              Dalam sejarahnya, terdapat beberapa sumber diantaranya,


    Berasal dari adanya Tradisi Tebokan. Kirab Tebokan merupakan salah satu bentuk pelestarian tradisi dan sejarah pembuatan jenang. Hal tersebut tidak terlepas dari kisah Mbah Dempok. Zaman Dahulu, ketika Mbah Dempok Soponyono sedang bermain burung dara di tepi Sungai Kaliputu, cucunya tercebur dan hanyut. Meski tertolong, cucu Mbah Dempok diganggu Banaspati, makhluk halus berambut api. Sunan Kudus menyimpulkan cucu Mbah Dempok telah tiada, namun Syekh Jangkung menyatakan cucu Mbah Dempok mati suri. Untuk membangunkannya, Syekh Jangkung meminta ibu-ibu membuat jenang bubur gamping (yang terbuat dari tepung beras, garam, dan santan kelapa). Mitos tersebut yang menjadi latar belakang berkembangnya industri jenang Kudus terutama di Kaliputu. Kirab Tebokan terus dilakukan setiap tahunnya dengan harapan generasi selanjutnya tidak malu bekerja sebagai pembuat jenang serta mau melestarikan makanan khas Kudus yang sangat terkenal ini.



              Namun ada cerita rakyat yang menjelaskan bahwa, jenang kudus lahir ketika Sunan Kudus menguji kesaktian muridnya yang bernama Syekh Jangkung alias Saridin dengan menyuruhnya memakan bubur gamping di tepi Sungai Gelis di wilayah Desa Kaliputu. Padahal, gamping sendiri adalah bahan campuran semen yang digunakan sebagai bahan pembuatan bangunan. Ternyata Saridin tetap sehat sehingga Sunan Kudus berkata, ”Suk nek ono rejaning jaman wong Kaliputu uripe seko jenang. Artinya kurang lebih, jika suatu saat kelak sumber kehidupan warga Desa Kaliputu berasal dari usaha pembuatan jenang.





    Perbedaan Jenang Dengan Dodol ?


             Perusahaan dodol tersendiri, dulunya belajar dari jenang yang berada di kudus (1940). Hal ini dapat menjadi acuan bahwa, jenang lebih dahulu lahir daripada dodol. Jenang sendiri tidak jauh berbeda dengan dodol, namun hanya satu yang membedakannya yaitu di aspek teksturnya. Tekstur jenang cenderung lebih lembut dan empuk dibandingkan dodol. 

    0 Komentar

  • Copyright © 2013 - Nisekoi - All Right Reserved

    Ichijo's Blog Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan - Edited by Rizal Gonjek